Sabut merupakan bagian mesokarp (selimut) yang berupa serat-serat kasar kelapa . Sabut biasanya disebut sebagai limbah yang hanya ditumpuk di bawah tegakan tanaman kelapa lalu dibiarkan membusuk atau kering. Pemanfaatannya paling banyak hanyalah untuk kayu bakar. Secara tradisional, masyarakat telah mengolah sabut untuk dijadikan tali dan dianyam menjadi kesed. Padahal sabut masih memiliki nilai ekonomis cukup baik . Sabut kelapa jika diurai akan menghasilkan serat sabut (cocofibre) dan serbuk sabut (cococoir). Namun produk inti dari sabut adalah serat sabut. Dari produk cocofibre akan menghasilan aneka macam derivasi produk yang manfaatnya sangat luar biasa.(https://id.wikipedia.org/wiki/Sabut).
Media untuk pertumbuhan tanaman dalam budidaya holtikultura tersedia dalam berbagai pilihan. Salah satu media tanam yang sering digunakan adalah Cocopeat. Cocopeat secara harfiah dapat diartikan sebagai sabut kelapa. Dalam bahasa Inggris, Coconut = kelapa, peat = gambut atau sabut. Dapat pula disebut coco fiber (serat kelapa) atau coco coir (serbuk sabut kelapa). Bahan ini terbuat dari kulit buah kelapa. Umumnya diperoleh dari limbah industri yang menggunakan bahan baku kelapa dalam produk mereka, atau bisa diperoleh di warung2 yang menjual kelapa parut.
Sabut kelapa terdiri dari serat dan gabus sebagai penghubung antar serat. Setiap butir kelapa mengandung 75% serat. Sabut kelapa mengandung senyawa kimia seperti selulosa, lignin, arang, tannin, dan potasium. Rata-rata 1 butir kelapa mampu menghasilkan sabut seberat 0,4kg dengan kandungan serat sebesar 30%.
Pengolahan sabut kelapa menghasilkan produk-produk primer yaitu : Serat panjang, serat halus atau serat pendek (Bristle), dan debu atau serbuk sabut. Serat dapat diproses menjadi matras, karpet, geotekstil, dan lain-lain. sedangkan debu/serbuk sabut diproses lebih lanjut menjadi kompos, partikel papan untuk mebel, atau cocopeat.
PENGOLAHAN COCOPEAT
Limbah serbuk sabut kelapa yang berasal dari industri kemudian masuk proses pencucian, pemanasan, penyaringan lalu pemeriksaan teliti sebelum diproses menjadi cocopeat. Cocopeat yang dihasilkan akan dibagi ke dalam tingkat butiran dan kepadatan kemudian masuk dalam tahap pengemasan.
Cocopeat seberat 1 kg mampu terurai menjadi 15 liter cocopeat basah. Struktur cocopeat yang dikemas dalam bentuk kompres tersebut mampu membuat cocopeat terurai dalam jangka waktu 10 tahun pemakaian. Hal ini sangat menguntungkan karena pemanfaatan cocopeat dapat berlangsung lebih lama.
MANFAAT COCOPEAT
Cocopeat umum digunakan dalam bidang pertanian dan holtikultura serta absorben pada industri. Dalam bidang pertanian dan holtikultura cocopeat dimanfaatkan sebagai media tanam budidaya termasuk media tanam hidroponik sebagai pengganti media tanah.
Namun Kandungan Nutrien di dalam cocopeat tergolong rendah, sehingga perlu ditambahkan komponen lain sebagai media tanam pengganti tanah. Cocopeat alami mempunyai kadar pH pada kisaran 5,8-6 yang berarti sedikit asam. Namun, pada beberapa tanaman budidaya yang populer, kisaran pH ini merupakan kisaran pH optimal mereka untuk tumbuh dengan baik(kebutuhan pH tanaman umumnya 5,5 - 6,5).
Cocopeat secara alami masih mengandung fungi yaitu Trichoderma sp yang bersimbiosis dengan cocopeat melawan fungi patogen Pythium sp. Pada cocopeat steril, Trichoderma sp sudah tidak ada. Salah satu cara sterilisasi cocopeat dari Trichoderma sp adalah dengan menggunakan hidrogen peroksida.
Beberapa cocopeat tidak seluruhnya terurai sempurna (dari ari kulit kelapa) sehingga mampu menggunakan nitrogen yang tersedia di udara. Kondisi ini memicu kompetisi antara cocopeat dengan tanaman yang menumpangnya, jika kandungan nitrogen tidak mencukupi.
Ada pula cocopeat yang berkualitas buruk, dimana masih mengandung sisa-sisa garam atau tannin sehingga perlu dibersihkan berkali-kali agar garam dan tannin hilang. Cocopeat tidak cocok digunakan sebagai bahan bakar karena menghasilkan banyak asap dan hanya menghasilkan sedikit panas. Kandungan Khlor (Cl) pada cocopeat masih tinggi sehingga bila bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam khlorida (HCl) yang membawa sifat asam. Pencucian sempurna akan membuat kandungan Khlor hilang.
PENGGUNAAN COCOPEAT LAINNYA
Selain sebagai media tanam, cocopeat memiliki manfaat lain, salah satunya sebagai sabut kelapa yang berkualitas lebih baik karena bebas bakteri dan sebagian besar spora fungi. Cocopeat lebih ramah lingkungan.
Pada budidaya jamur, cocopeat sangat cocok digunakan sebagai substrat. Substrat cocopeat menyediakan mutrisi yang baik bagi pertumbuhan jamur karena cocopeat mengandung selulosa dan lignin yang tinggi.
Cocopeat merupakan bahan absorben yang baik. Cocopeat kering dapat menyerap minyak pada lantai yang licin. Bahan ini dapat digunakan sebagai alas tidur hewan ternak dan hewan peliharaan karena dapat menyerap kotoran hewan dengan baik. Cocopeat dapat digunakan ulang (re-used) hingga 3 kali pemakaian.
COCOPEAT UNTUK HIDROPONIK
Cocopeat berfungsi sebagai penahan air yang baik. Bahan ini mampu kembali basah dengan cepat jika ditambah air meskipun telah mengalami kekeringan. Cocopeat mampu menahan udara (Oksigen) kurang lebih 1000 kali daripada media tanah. Kemampuan cocopeat ini sangat bagus bagi metode hidroponik yang menggunakan air sebagai media tanam utama.
Sifat Cocopeat yang hidrofilik (suka air), membuat bahan ini memiliki daya serap 8-9 kali beratnya dan mampu menahan air sekitar 73% dari air yang diberikan. Lebih baik dari kemampuan media sphagnum yang hanya sanggup menahan 41% air. Cocopeat juga mampu mengikat dan menyimpan oksigen di udara hingga 50% lebih baik daripada tanah yang hanya 2-3%. Namun hindari pemberian berlebih karena jika cocopeat terlalu lembab dapat menyebabkan busuk akar.
Campuran cocopeat dengan pasir dan sekam sangat disarankan (karena daya ikat keduanya tidak terlalu tinggi). Pemberian air juga sebaiknya dilakukan secara sedikit demi sedikit tapi terus menerus dengan cara irigasi tetes atau pengabutan (hidroponik dengan metode drip dan metode aeroponik). Pada proses pemupukan, penggunaan pupuk slow release seperti dekastar sangat dianjurkan jika ingin menggunakan cocopeat sebagai media budidaya.
Sumber : https://bibitbunga.com/blog/penggunaan-cocopeat-sebagai-media-tanam/